KENDAL — Masyarakat Dusun Gandu, Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, memiliki tradisi tahunan yang sangat dinanti, yaitu haul yang dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal. Tradisi ini dipersembahkan untuk mengenang Mbah Rembang, sosok yang diyakini sebagai leluhur dan perintis wilayah Gandu. Lebih dari sekadar ritual keagamaan, haul ini menjadi momen penting yang mempertemukan berbagai unsur kehidupan masyarakat: penghormatan kepada tokoh yang dikenang, kegiatan spiritual, semangat gotong royong, hingga ruang bagi pertunjukan seni lokal untuk tetap hidup.
Berdasarkan penuturan warga dan para sesepuh, Mbah Rembang dipercaya sebagai tokoh yang pertama kali membuka hutan atau merintis berdirinya permukiman di wilayah Gandu. Karena jasa-jasanya itulah, hingga kini namanya terus dihormati. Area makam yang dikaitkan dengan tokoh tersebut oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Pesarean Mbah Rembang.
Menariknya, narasumber dalam wawancara juga menyampaikan cerita lisan bahwa Mbah Rembang diperkirakan berasal dari wilayah Jawa Timur. Meskipun demikian, informasi mengenai asal-usul ini masih berupa sejarah lisan yang diwariskan dari mulut ke mulut. Ke depannya, cerita ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui penelusuran sesepuh atau penelusuran dokumen lokal apabila tersedia, agar sejarahnya semakin terang dan terverifikasi.
Menurut penuturan narasumber, tradisi haul ini mulai diselenggarakan secara rutin sekitar tahun 2012 atas prakarsa tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sejak saat itu, haul menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan.
Prosesi kegiatan biasanya diawali dengan kerja bakti bersama. Warga bergotong royong membersihkan area pesarean dan lingkungan sekitarnya agar layak dan nyaman untuk digunakan dalam rangkaian acara. Setelah lingkungan bersih, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, pengajian, serta syukuran bersama. Tidak hanya berhenti di situ, rangkaian acara haul juga kerap disertai dengan pertunjukan kesenian tradisional seperti wayang dan berbagai hiburan rakyat lainnya. Narasumber juga menyebutkan bahwa pelaksanaan rangkaian kegiatan haul ini biasanya berlangsung selama beberapa hari, menandakan betapa besarnya antusiasme dan kekhidmatan warga dalam menyambutnya.
Bagi masyarakat Dusun Gandu, Haul Mbah Rembang bukan sekadar agenda rutin. Haul ini adalah ruang kebersamaan yang sangat berharga. Ini menjadi kesempatan emas bagi warga untuk berkumpul, saling bersilaturahmi, bahu-membahu merawat area pesarean, mengikuti kegiatan keagamaan, hingga menyaksikan pertunjukan seni bersama-sama.
Melalui kegiatan ini, terlihat jelas bahwa tradisi lokal mampu memiliki beberapa fungsi sekaligus dalam kehidupan masyarakat. Pertama, sebagai sarana mengenang dan mendoakan tokoh yang telah berjasa. Kedua, sebagai perekat hubungan antarwarga, mempererat rasa persaudaraan, dan memperkuat solidaritas sosial. Ketiga, haul memberikan ruang bagi kesenian tradisional untuk tetap tampil dan diwariskan kepada generasi muda.
Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi sangat bergantung pada upaya pendokumentasian yang baik. Dalam wawancara tersebut, narasumber menyampaikan bahwa dokumentasi kegiatan haul saat ini belum tersedia secara lengkap atau belum terkumpul dengan rapi.
Oleh karena itu, langkah pengarsipan menjadi sangat krusial. Pendokumentasian berupa foto, video, naskah undangan, hingga catatan dari panitia penyelenggara akan menjadi langkah penting untuk merekam jejak perkembangan tradisi ini dari tahun ke tahun. Selain itu, melakukan perekaman wawancara secara khusus dengan para sesepuh dan tokoh masyarakat juga sangat dianjurkan. Hal ini akan sangat membantu memperjelas sejarah Mbah Rembang dan perjalanan pelaksanaan haul di masa lalu, sehingga tidak hilang termakan zaman.
Tradisi Haul Mbah Rembang merupakan bagian dari kekayaan budaya yang tak ternilai bagi masyarakat Dusun Gandu. Dengan semangat gotong royong, keterlibatan aktif seluruh warga, serta dukungan dokumentasi yang berkelanjutan, cerita mengenai tradisi ini dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, melalui website Desa Krikil, kekayaan budaya ini dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lain dalam merawat tradisi lokal mereka.
Dipost : 2026-10-26 11:19:24 | Dilihat : 4
Share :