Krikil - Menjaga Nyala Tradisi: Eksistensi Kesenian Jaran Kepang Ngudi Rahayu di Dusun Pejaten

Menjaga Nyala Tradisi: Eksistensi Kesenian Jaran Kepang Ngudi Rahayu di Dusun Pejaten

KENDAL — Kesenian tradisional menjadi salah satu cara masyarakat mewariskan keterampilan, cerita, dan semangat kebersamaan antargenerasi. Di Dusun Pejaten, Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, kelompok jaran kepang Ngudi Rahayu masih eksis dan dikenal sebagai kelompok seni yang kerap tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Menurut keterangan Mas Alip, kesenian ini telah ada sejak generasi terdahulu. Meski demikian, narasumber belum mengetahui secara pasti siapa sosok pencetus awalnya. Dalam perkembangannya, kelompok ini dikenal dengan nama Kuda Lumping Ngudi Rahayu dan pernah mengalami masa kejayaan atau ramai sekitar tahun 2005–2015.

Dalam setiap pertunjukannya, Ngudi Rahayu menggunakan beragam alat musik tradisional, antara lain saron laras pelog, slendro, bonang, kempul, gong, drum, keyboard, kendang, dan bedug. Adapun properti yang digunakan mencakup jaranan dan pentungan. Menurut narasumber, pertunjukan memiliki urutan tersendiri yang menjadi ciri khas kelompok. Acara dimulai dengan sejumlah sajian pembuka dan kesenian pendukung, lalu dilanjutkan dengan penampilan jaranan putra.

Lebih dari sekadar hiburan, narasumber memaknai gerakan dalam jaran kepang sebagai gambaran perjalanan hidup manusia. Setiap gerakan dipandang membawa pesan filosofis tentang kehidupan. Pemaknaan ini merupakan penjelasan dari pelaku setempat dan menjadi bagian dari cara masyarakat memahami kesenian yang mereka warisi.

Saat ini, kelompok ini diperkirakan memiliki sekitar 30 pemain dan telah mengalami beberapa generasi pergantian anggota. Pemainnya berasal dari berbagai usia, mulai dari remaja, orang dewasa, hingga warga yang bekerja di luar daerah. Namun, kesibukan pekerjaan, sekolah, serta kebutuhan biaya untuk merawat perlengkapan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan latihan dan pertunjukan.

Meski begitu, semangat Ngudi Rahayu tak pernah padam. Kelompok ini masih aktif menerima undangan tampil, antara lain pada perayaan kemerdekaan, kegiatan setelah Lebaran, dan acara haul. Keberlangsungan kelompok ini sangat bergantung pada semangat para pemain, dukungan masyarakat, serta upaya mendokumentasikan sejarah dan pertunjukannya. Foto, video, dan catatan dari para pelaku diharapkan dapat menjadi arsip penting bagi pelestarian kesenian jaran kepang di Desa Krikil.


Dipost : 2026-10-26 10:34:50 | Dilihat : 4

Share :